Hukum Mencium Hajar Aswad - Meganusa Wisata

Hukum Mencium Hajar Aswad

Hukum Mencium Hajar Aswad

Ketika Jamaah Umroh atau haji berangkat ke Tanah Suci, Hajar Aswad (Batu Hitam) yang terletak di Rukun Yamani – Salah satu sudut Kabah, adalah tempat yang dituju oleh Jamaah Umroh yang telah dipanggil oleh ALLAH SWT ke Tanah Suci.

Hajar Aswad

Masjidil Haram Mekkah

Mencium Hajar Aswad hukumnya ada tiga, yaitu :

Pertama Sunnah. Hal ini jika dilakukan saat kita sedang melakukan thawaf dimana ketika tiba di sudut Hajar Aswad lalu menciumnya. Begitu juga jika dilakukan pada setiap putaran. Begitulah yang dilakukan Rasulullah SAW dan juga para Sahabat.

Sunnah karena mengikuti apa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dalam konteks fikih maka jika dikerjakan akan mendapatkan pahala, jika ditinggalkan tidak apa-apa.

Kedua, hukumnya Mubah. Yakni boleh boleh saja. Dikerjakan atau tidak tidak apa-apa. Hal ini jika kita mencium Hajar Aswad saat tidak dalam melaksanakan thawaf. Misalnya begitu datang ke Masjid Al Haram setelah shalat tahiyyatul masjid langsung menuju ke sudut Hajar Aswad untuk menciumnya. Setelah berhasil, kembali lagi ke tempat lain di sisi Masjid baik untuk shalat atau melakukan kegiatan lain seperti membaca Quran atau mungkin juga, kembali pulang ke pondokan.

Ketiga, Haram jika dikerjakan dengan mencelakakan diri atau orang lain. Orang yang lemah atau sakit yang secara fisik tidak memungkinkan untuk “bertarung” mencium Hajar Aswad memaksakan diri melakukannya. Atau berbadan kuat dan sehat tapi untuk menciumnya dengan “menghalalkan segala cara” hingga menubruk-nubruk, menyikut atau memukul orang lain. Maka perbuatan mencium Hajar Aswad dengan jalan mencelakakan orang lain seperti itu adalah haram.

Comments

comments

About Meganusa Wisata

PT. Meganusa Wisata

Leave a Reply

Your email address will not be published.