Pergi Wisata Ke Danau Toba dan Pulau Samosir

Pergi Wisata Ke Danau Toba dan Pulau Samosir

Pergi Wisata Ke Danau Toba dan Pulau Samosir

Danau Toba dan Pulau Samosir Meganusa Wisata (11)

Akhirnya saya sampai juga di Danau Toba, Danau yang paling besar di Indonesia. Mungkin juga di Dunia, karena memang sangat besar. Luas Danau ini…., Danau ini terbentuk dari 2 kali letusan Gunung berapi beribu-ribu tahun yang lalu, letusan pertama membentuk Danau Toba, letusan ke-2 membentuk Pulau Samosir. Ada pula legenda yang menceritakan tentang terbentuknya Danau Toba dan Pulau Samosir. Luas Pulau Samosir pun sangat besar, lebih luas dari daratan Singapura, dan penduduknya kurang lebih ada 75rb jiwa.

Untuk menyebrangi Danau Toba menuju Pulau Samosir, kami naik kapal dari Parapat. Perjalanan kurang lebih 30 menit, da nada pula hiburan yaitu anak-anak lokal yang mengamen bernyanyi-nyanyi lagu-lagu batak. Memang benar kata orang orang batak itu pandai menyanyi terutama Batak Toba. Mereka menyanyikan lagu-lagu batak yang terkenal seperti Sinanggar tulo, Butet, Situmorang, dan Alusia.

Sesampainya di Pulau Samosir, kami langsung menuju Kampung Tomok. Tomok artinya adalah gemuk atau montok, karena orang-orang di  kampung ini badannya gemuk-gemuk atau montok-montok. Maka kalau ada orang yang berbadan gemuk atau montok biasanya disebut mokmok. Hahaha lucu juga ya sebutannya.

Di kampung ini kami mengunjungi makam Raja Sidabutar. Raja di sini maksudnya adalah seperti Kepala Desa atau Kepala Suku. Raja bagi penduduk di sini sangat  dihormati sampai kuburan mereka pun dikeramatkan. Untuk masuk ke dalam area makam, pengunjung diwajibkan memakai kain ulos, kain khas tradsional suku Batak, memakai kain ini adalah sebagai tanda penghormatan untuk Sang Raja.

Di areal makam ada 3 kuburan raja yang paling besar, serta makam-makam kecil para tentara dulu yang gugur di medan perang. Buat saya yang menarik bukanlah makam nya, tapi cerita tentang raja-raja nya. Konon katanya raja ke-2 di kampung Tomok ini sangat pandai berperang dan  berkelahi, serta memiliki ilmu magis yang sangat sakti. Matanya sangat tajam sampai bisa melihat 1 kilometer jauhnya, hidungnya sangat tajam sampai bisa mencium musuh yang masih berjarak 1 kilometer, kupingnya sangat tajam sampai bisa mendengar orang berbicara yang berjarak 1 kilometer, serta mulutnya juga besar, jika ia berteriak, maka akan terdengar sampai 1 kilometer jauhnya.

Para keturunan raja-raja ini masih melakukan upacara cuci tulang-belulang para leluhurya ini, terakhir upacara diadakan tahun 1985, sudah agak lama karena untuk menggelar upacara buka makam dan mencuci tulang ini, seluruh anggota keluarga harus hadir dan harus diselenggarakan pesta besar-besaran. Jadi para keturunan raja-raja ini yang sudah menyebar harus berkumpul kembali ke kampung ini untuk menyelenggarakan upacara sakral tersebut.

Sayangnya sekembalinya saya ke Parapat hari sudah sore dan cuaca agak mendung, sehingga tidak bisa menikmati pemandangannya. Tapi keesokan harinya saya benar-benar bisa melihat keindahan Danau Toba karena matahari pagi itu sangat cerah. Air Danau Toba juga masih sangat bersih dan jernih.

Perjalanan dari Parapat kembali ke Medan kami melewati jalan trans Sumatera, sepanjang perjalanan mata kami masih saja dimanjakan dengan pemandangan Danau Toba yang begitu cantik. Alam Sumatera memang sangat asri dan maasih banyak hutan lebat dengan pepohonan yang rimbun dan sangat tinggi. Saya berharap pohon-pohon ini jangan pernah ditebang hanya untuk membuka lahan atau membuat bangunan, karena kalau tidak ada pohon-pohon tersebut, mungkin Sumatera tidak akan seindah ini lagi.

Danau Toba dan Pulau Samosir Meganusa Wisata (14)

 

 

 

 

 

Danau Toba dan Pulau Samosir Meganusa Wisata (15)

Danau Toba dan Pulau Samosir Meganusa Wisata (18)

Danau Toba dan Pulau Samosir Meganusa Wisata (3)

Danau Toba dan Pulau Samosir Meganusa Wisata (8)

Comments

comments

About Meganusa Wisata

PT. Meganusa Wisata

Leave a Reply

Your email address will not be published.